Dua dunia

Hidungku mampat, entah karena hawa dingin dari ac di kamarku atau karena memang cuaca di luar sedang dingin. Berbaring aku mencoba memejamkan mata namun tak kunjung terlelap juga. Kuraba wajahku dan kusadari betapa aku sudah lama mengabaikan penampilanku. Kumis ku sudah menebal dan daguku pun sudah dipenuhi dengan janggut. Advertisements

Rekayasa dan kepalsuan

Ternyata bangkai walau disembunyikan baunya tetap tercium. Waktu sudah menunjukkan pukul 01.53, aku pun tak kunjung terlelap. Menyadari kepalsuan sekali lagi hadir dalam kemasannya yg beraneka bentuk. Kali ini ia berkedok dalam senyuman dan bersembunyi di balik paras. Kuhisap dji sam soe-ku dalam-dalam sembari memikirkan ulang semua yg ku dengar… Di balik kata-kata itu aku…

Cermin waktu

Kutatap ia dengan dalam, cekung hitam terlihat dengan jelas menghiasi kedua matanya yg sendu… Wajah cantiknya terlihat letih dan kuyu tak secerah 3 bulan yg lalu kala pertama kali ia melangkahkan kakinya di ruangan meeting untuk menghadiri sesi wawancara kerja di kantorku. 3 bulan berlalu dengan cepat, dan ia pun menjelma dari seorang gadis ke…

Nasib oh nasib…

Jamak terdengar statement itu keluar dari bibir orang-orang di sekitarku. Nasib…nasib… seolah memang sudah sewajarnya kondisi tertentu terjadi (umumnya hal negatif) pada diri mereka. Seolah kekuatan eksternal meliputi dan mengalahkan kendali kita…yang berujung pada “kepasrahan semu” sembari berujar…nasib…nasib. Saya terhenyak mendapati bahwa hal ini sudah realita kehidupan masyarakat kita. Bukan tanpa sebab, namun entah mengapa…