Ghibah

gossip_crop380wBelakangan ini saya banyak menemukan istilah-istilah baru. Istilah tersebut saya pelajari, pemaknaannya serta berusaha sebisa mungkin untuk menghindarinya apabila istilah tersebut bermakna negatif, dan menjalaninya bila maknanya positif. Salah satu diantaranya adalah Ghibah.

Merujuk pada asal kata, sudah hampir dapat dipastikan bahwa asal kata Ghibah tersebut berasal dari bahasa Arab.
Menceritakan ‘aib orang lain tanpa ada hajat sama sekali, inilah yang disebut dengan ghibah. Karena ghibah artinya membicarakan ‘aib orang lain sedangkan yang bersangkutan tidak ada di saat pembicaraan. ‘Aib yang dibicarakan tersebut, ia tidak suka diketahui oleh orang lain.

Ghibah dinyatakan dalam salah satu ayat di dalam Al-Quran, yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Ironisnya, ghibah ini sudah menjadi keseharian di dalam kehidupan bersosial sehari-hari. Hampir tidak dapat kita temukan dalam satu interaksi sosial non formal dimana kita tidak membicarakan kekurangan orang lain yang tentunya tidak ada di dalam kelompok yang sedang berinteraksi saat itu. Hal ini seolah lumrah, dan dikemas dengan berbagai istilah, mulai dari: curhat, sharing, rumpi, gossip, dan lain sebagainya…

Menariknya, ghibah ini seolah sesuatu yang lumrah saja. Tidak demikian halnya dengan memakan daging babi atau meminum minuman beralkohol. Padahal sudah jelas dinyatakan bahwa ghibah adalah perbuatan dosa yang tentunya memiliki nilai tidak jauh berbeda dari berbagai kegiatan haram lainnya.

Sebenarnya ghibah ini beda-beda tipis dengan fitnah!
Rasulullah Muhammad SAW, menyatakan dalam hadistnya sebagai berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ». قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ». قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ « إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589, Bab Diharamkannya Ghibah)

Semoga saja diri kita semua dijauhi dari segala perilaku negatif yang tidak disukai oleh Allah swt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s