Kitab Rumah Tangga Islami – Uquudu Lujain (11-20)

Hikayat

Ibnu Abas mengatakan, Aku mendengar Rasululloh S.A.W bersabda:
“LAU ANNA IMROATAN JA’ALAT LAILAHAA QIIYAAMAN WANAHAAROHAA SHIYAAMAN WA’AAHAA ZAUJUHAA ILAA FIROOSYIHI WA TAAKHKHOROT ‘ANHU SAA’ATAN WAAHIDATAN JAAAT YAUMALQIAMATI TUSHABU BISSALAASILI WALAGHLAALI MA’ASYSYAYAATHIINI ILAA ASFALI SAAFILIINA” (AL-HADITS)

Artinya:

Seandainya seorang istri menjadikan seluruh waktu malamnya untuk beribadah dan siangnya selalu berpuasa, sementara suaminya mengajak dia tidur bersama (yakni bersetubuh) tetapi ia terlambat sebentar saja memenuhi panggilan (ajakannya), maka kelak di hari kiamat ia datang dalam keadaan terantai dan terbelenggu, serta ia dikumpulkan bersama syetan ditempat neraka yang paling bawah. (al-hadist)

Perlu sekali diketahui, hendaknya seseorang apabila hendak bersetubuh menjauhkan diri dari pandangan orang lain. karena termasuk diharamkan bersetubuh dilihat orang lain. termasuk dalam kategori ini adalah persetubuhan yang dilakukan ditempat terbuka, tidak tertutup dari pandangan orang lain. Baca lebih lanjut

Kitab Rumah Tangga Islami – Uquudu Lujain (1-10)

BAB I

Muqodiimah

Shahabat-shahabat yang dirahmati oleh Alloh S.W.T, Alhamdulillah segala puji tersanjung kehadirat Alloh S.W.T Sholawat dan salam selalu terlimpahkan kepada sayyidina Muhammad S.A.W beserta keluarganya dan para shahabat, sejumlah bilangan semua perkara yang diketahui Alloh. “Amma ba’du”.

Izinlah kami menulis bulletin ini dengan suatu pegangan kitab, yang insya Alloh kami ambil dari kitab “UQUUDU LUJAIN FII BAYAANI HUQUUQUZZAUJAINI” Kami sangat berharap memperoleh pertolongan Alloh, keikhlasan, diterima dan ber manfa’at dalam segala hal yang berkaitan dengan risalah yang kami tulis ini, semata karena kemuliaan sayyidina Muhammad S.A.W para istrinya anak cucunya dan golongan beliau.

Risalah ini kami hadiahkan kepada kedua orang tua kami, dengan harapan memperoleh pengampuan dari Alloh, dan mudah-mudahan derajatnya ditinggikan. Sesungguhnya Alloh S.W.T adalah dzat yang maha luas pengampunan Nya dan dzat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Baca lebih lanjut

Ciri wanita sholihah

Ciri wanita sholihah (yang baik), jika ia dipandang oleh suaminya, maka ia membuat suaminya bahagia[1]; jika ia diperintah dengan sesuatu yang baik, maka ia taati suaminya; jika suami pergi, maka menjaga kehormatan dirinya dan harta benda suami.

[1] Ucapan dan perbuatannya membahagiakan suami. Suaranya tak pernah lantang di depan suami dan tak pernah marah di depannya. Jika ia marah, maka ia segera memohon keridhoan dan maaf dari suaminya. Semua itu menunjukkan tentang sayang dan cintanya kepada suami. Tak heran jika dalam sebagian riwayat, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- memerintahkan para calon suami agar memilih wanita yang penyayang dan peranak.

Umar -radhiyallahu anhu- pernah bertanya kepada Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- tentang harta benda yang perlu diambil? Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مؤمنة تعين أحدكم على أمر الآخرة Baca lebih lanjut

Potret Suami Ideal Dalam Rumah Tangga

Menjadi suami dan bapak ideal dalam rumah tangga? Tentu ini dambaan setiap lelaki, khususnya yang beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir. Dan tentu saja ini tidak mudah kecuali bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala.
Sosok kepala rumah tangga ideal yang sejati, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى»

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku”.

Karena kalau bukan kepada anggota keluarganya seseorang berbuat baik, maka kepada siapa lagi dia akan berbuat baik? Bukankah mereka yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kasih sayang dari suami dan bapak mereka karena kelemahan dan ketergantungan mereka kepadanya?. Kalau bukan kepada orang-orang yang terdekat dan dicintainya seorang kepala rumah tangga bersabar menghadapi perlakuan buruk, maka kepada siapa lagi dia bersabar?. Baca lebih lanjut

Kecewa

“Aku kecewa sama kamu” . . .

“Kamu terus menyudutkan saya, males jadinya. . . ”

“Aku Ilfil sama kamu!”

Kalimat-kalimat di atas adalah sedikit dari contoh kalimat-kalimat yang mengisyaratkan kekecewaan. Tidak terhitung lagi contoh-contoh kalimat kekecewaan lainnya yang bisa disebutkan. Entah itu berkaitan dengan urusan pribadi, urusan pekerjaan, urusan keluarga atau segala urusan lainnya.

Intinya, semua manusia dalam satu kondisi pasti pernah merasakan kekecewaan dalam dirinya.

Namun, sebelum kita membahas lebih jauh tentang “kecewa”, alangkah lebih baiknya apabila kita mencoba memahami dulu, apakah sebenarnya kecewa itu.  Baca lebih lanjut