Ciri wanita sholihah

Ciri wanita sholihah (yang baik), jika ia dipandang oleh suaminya, maka ia membuat suaminya bahagia[1]; jika ia diperintah dengan sesuatu yang baik, maka ia taati suaminya; jika suami pergi, maka menjaga kehormatan dirinya dan harta benda suami.

[1] Ucapan dan perbuatannya membahagiakan suami. Suaranya tak pernah lantang di depan suami dan tak pernah marah di depannya. Jika ia marah, maka ia segera memohon keridhoan dan maaf dari suaminya. Semua itu menunjukkan tentang sayang dan cintanya kepada suami. Tak heran jika dalam sebagian riwayat, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- memerintahkan para calon suami agar memilih wanita yang penyayang dan peranak.

Umar -radhiyallahu anhu- pernah bertanya kepada Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- tentang harta benda yang perlu diambil? Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مؤمنة تعين أحدكم على أمر الآخرة
“Hendaknya seorang diantara kalian mengambil hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir (selalu ingat Allah),  dan wanita (istri) mukminah yang membantu salah seorang diantara kalian di atas urusan akhirat”. [HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no. 1856). hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (2176)]
Ulama Negeri India, Al-Imam Muhammad bin Abdir Rahman Al-Mubarokfuriy -rahimahullah- berkata,
((أي : على دينه ، بأن تذكره الصلاة ، والصوم ، وغيرهما من العبادات ، وتمنعه من الزنا ، وسائر المحرمات)) .” تحفة الأحوذي ” ( 8 / 390 ) .
“Maksudnya, (ia istri yang mukminah itu akan menolongnya) di atas agamanya, dengan mengingatkan suaminya tentang sholat, puasa dan lainnya diantara berbagai jenis ibadah serta menghalanginya dari zina dan seluruh perkara yang diharamkan”. [Lihat Tuhfah Al-Ahwadziy (8/390)]

Wanita yang sholihah selalu merindukan suaminya, sayang dan cinta kepadanya. Hatinya tak tenang jika suaminya jauh. Ia ingin selalu mendampinginya, melayaninya dan mengingatkan suaminya. Jika terpaksa suami jauh, maka ia mendoakan suaminya agar selamat dan selalu diberkahi seraya menjaga kehormatan diri, anak dan harta benda suaminya. Tak ada dipikirannya, selain membahagiakan suami dan menyayanginya. Sebab, ia yakin bahwa suami adalah pintu surga baginya. Dia tahu bahwa ia tak mungkin masuk surga jika durhaka kepadanya dan membuat suaminya susah. Ini merupakan sifat-sifat yang Allah anugrahkan bagi wanita sholihah.

Perpisahan dengan suami bagi wanita sholihah adalah lebih menyedihkan dan berat baginya dibandingkan kematian; lebih berat baginya dibandingkan hilangnya harta benda; lebih berat baginya dibandingkan meninggalkan kampung halaman. Terlebih lagi, jika memang diantara ia dan suaminya punya hubungan cinta yang amat erat di atas iman ataukah mereka telah memiliki anak yang akan terlantar dengan sebab perpisahan dan merusak kondisi mereka. [Lihat Majmu Fatawa (35/299) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah]

Diantara keberkahan istri yang sholihah (yang baik), ia akan menjadi sebab keluasan dan kelapangan rezki.

Barangsiapa yang diuji dengan istri yang buruk, maka ia akan merasakan beratnya beban kehidupan dunia. Tak ada dalam pikirannya, kecuali segudang problema yang muncul gara-gara istri yang buruk agama dan perangainya. Tak heran bila sebagian suami cepat beruban sebelum masanya, akibat ia memelihara istri yang buruk akhlaqnya.

Oleh karena itu, Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- memerintahkan berdoa agar dijauhkan dari istri yang buruk sebagaimana dalam hadits berikut.

Abu Hurairah -radhiyallahu anhu- berkata,
كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ الْمَشِيبِ وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَلَيَّ رِبًا وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابًا وَمِنْ خَلِيلٍ مَاكِرٍ عَيْنَهُ تَرَانِي وَقَلْبُهُ تَرْعَانِي إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا
“Diantara doa Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ الْمَشِيبِ وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَلَيَّ رِبًا وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابًا وَمِنْ خَلِيلٍ مَاكِرٍ عَيْنَهُ تَرَانِي وَقَلْبُهُ تَرْعَانِي إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk, dari istri yang membuatku beruban sebelum masa beruban, dari anak yang menjadi tuan bagiku, dari harta yang menjadi siksaan atasku dan dari kawan yang berbuat makar; matanya memandangiku, sedang hatinya mengawasiku. Jika ia melihat kebaikan, maka ia tanam (sembunyikan) dan jika melihat keburukan, maka ia menyebarkannya”. [HR. Hannad dalam Az-Zuhd (no. 1038) dan Ath-Thobroniy dalam Al-Mu’jam Al-Awsath (no. 1339). Hadits ini dinilai shohih oleh hasan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 3138)]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s