You can’t hate them for breaking your heart

wp-1478627688335.png

Sebenarnya kutipan di atas amat cocok dengan suasana batin malam ini. Cuaca pun seolah mendukung dengan rintikan gerimisnya di sisi luar jendela kamar.

“kamu benar-benar mengetahui bahwa kamu mencintai seseorang adalah saat kamu tidak bisa membencinya walau ia menghancurkan hatimu”

Begitu lah kira-kira terjemahan liarnya dalam Bahasa Indonesia.

Quote ini somehow menyayat lirih di hati, bukan karena sok ‘melow’, tapi jauh lebih dalam lagi. Jauh ke dalam jiwa, terlihat betapa Allah Ta’ala begitu mencintai saya dan kita sebagai mahlukNya.

Seolah ucapan “bismillahirrahmanirrahim” yang kita baca setiap awal rakaat shalat berbicara dalam quote tersebut. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Berapa kali kah dalam sehari kita telah melukai hatiNya? Berapa sering kah kita mengingatNya? Berapa banyak kah kita melakukan pelanggaran demi pelanggaran yang ada di dalam Kitab SuciNya?

Toh semua itu tidak menghilangkan cinta, kasih dan sayangNya pada kita?

Semurka2nya Allah dalam kehidupan ini akan kebejatan, kelakuan kita sebagai manusia, selalu tersedia ruang untuk bertaubat. Sehancur2nya perbuatan kita, toh tetap saja Dia selalu menyediakan kebutuhan demi kebutuhan kita.

Oksigen yang kita hirup setiap saat, air yang melimpah, kesehatan, kemampuan berpikir, kemampuan kita untuk berkomunikasi dan semua hal yang tak terhingga yang sering kita tidak sadari adalah merupakan bukti otentik dari kecintaanNya pada kita.

Seolah ini semua tidak adil bagiNya. Seolah ini semua adalah tentang diri kita sendiri. Dalam setiap doa yang terucap, semua meminta, semua memohon… Betapa egoisnya diri kita ini.

Sementara Dia senantiasa memberi, membagikan, cinta dan kasihNya tiada henti-hentinya.

Dapatkah kita meniru secuil saja perilakuNya? Ijinkanlah ya Allah dzat Penguasa Langit dan Bumi, agar kita dapat meniru kemampuanMu untuk tetap mencinta, untuk selalu mengasihi, walau hati ini hancur oleh kedzaliman, walau mata ini melihat kemunafikan nyata, walau pujian namaMu hanya berakhir dengan ucapan yang diulang-ulang sementara perilaku tetap bejat dan hina.

Ya Allah, Ya Tuhan Penguasa Segalanya.

Ijinkan kita memujiMu, memujaMu, mengagungkan namaMu malam ini. Atas kecintaanMu pada kita. Alhamdulillahi rabbil alamin.

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِيْنَ  ۚ  وَحَسُنَ اُولٰٓئِكَ رَفِيْقًا

“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa’: Ayat 69)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s