Manakah yang lebih utama?

skala-prioritasKita sering melakukan hal positif, hanya saja terkadang kita terjebak dengan ketidakmampuan kita di dalam menentukan prioritas di dalam kehidupan.

Sehingga dikarenakan ketidakmampuan kita ini, akan ada pihak-pihak baik itu diri kita sendiri atau pihak orang lain yang dirugikan di dalam penentuan prioritas tersebut.

Sebagai contoh:

  1. Manakah yang lebih penting antara makan di luar bersama keluarga ataukah mengerjakan PR untuk besok?
  2. Manakah yang lebih utama untuk mengangkat telepon ataukah mematikan kompor?
  3. Membuka pintu (karena ada suara orang mengetuk pintu rumah), atau mengangkat jemuran yang kebetulan saat yang bersama turun hujan?

Hal tersebut tentunya terjadi pada saat dan waktu yang bersamaan.

Dan pada dasarnya hal ini lah yang akan membedakan satu orang dengan lainnya, dikarenakan orang pertama bisa saja mengambil opsi pertama, sementara orang kedua lebih cenderung mengutamakan opsi kedua.

Lalu, apakah ada benar-salah dalam pilihan yang kita ambil?

Pada dasarnya sulit untuk dikatakan satu pilihan benar atau salah, toh dari kesemuanya ini apabila tidak dibandingkan hanya akan menjadi pilihan normal yang terjadi sehari-hari dalam kehidupan kita.

Tetapi Sigmund Freud dalam salah satu teorinya pernah menjelaskan tentang hal-hal yang merepresentasikan prioritas hidup kita dengan kuis sebagai berikut:

Apakah yang akan kita lakukan pertama kali jika pada saat yang bersamaan kita dihadapkan pada situasi berikut ini:

  1. Bayi menangis
  2. Jemuran yang sudah kering, sementara hujan mulai turun
  3. Air mengalir di keran cuci tangan dan hampir meluber
  4. Bel rumah berbunyi
  5. Telepon berdering (situasi belum ada handphone kala itu)

Setiap tindakan mencerminkan prioritas yang telah ditetapkan dalam hidup kita.

Sebagai contoh jika hal pertama yang kita lakukan adalah untuk menjawab telepon maka prioritas terbesar kita dalam hidup adalah karir dan pekerjaan. Demikian pula jika hal keempat yang kita lakukan adalah untuk menjenguk/melihat bayi yang menangis, maka prioritas keempat kita adalah keluarga.

Mari kita lihat tabel berikut untuk melihat mana prioritas sesuai dengan tindakan yang kita ambil.

  1. Tindakan = Melihat bayi yang menangis | Prioritas = Keluarga
  2. Tindakan = Mengangkat jemuran saat hujan mulai turun | Prioritas = Sex
  3. Tindakan = Mematikan keran air yang meluber | Prioritas = Kekayaan
  4. Tindakan = Melihat siapa yang ada di pintu rumah | Prioritas = Teman dan kerabat
  5. Tindakan = Mengangkat telepon yang berdering | Prioritas = Karir dan pekerjaan

Jadi manakah yang prioritas kalian? Kalau saya ternyata:

  1. Keluarga
  2. Teman dan kerabat
  3. Kekayaan
  4. Sex
  5. Karir dan pekerjaan

Terlepas benar salahnya teori Mr Freud ini, toh saya tidak sedang membuat disertasi psychoanalysis yang akan menggugurkan teorinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s