antara kamu yang tidak paham, atau kamu tidak mau memahami

wp_20150424_14_50_11_proHave you ever meet with someone who acted like they don’t know what they’re doing? But it’s something that you believe that they’re just mock you and tried to make you off limit? 

Ya, shit happened.

Ironisnya adalah, beberapa kasus terjadi justru pada orang-orang yang seharusnya paling mengenal diri kita.

Ada satu kisah, seorang mahasiswa anak kost kelaparan sudah tidak makan dua hari lamanya. Sebut saja namanya Tono. Tono tinggal satu kostan bersama seorang temannya yang bernama Roni. Roni bukan lah seorang yang berlebih, tetapi setidaknya Roni masih memiliki stok makanan, tidak sampai kelaparan, dan dua hari tidak makan. 

Roni paham benar bahwa Tono sedang kelaparan dan belum makan dua hari. Sebagai seorang kawan yang baik, saat mereka bertemu seyogianya lah Roni menawarkan makanan yang dia miliki kepada Tono, dan memberikan kesempatan bagi Tono untuk mengisi perut walaupun ini artinya Roni harus mengorbankan jatah kiriman makanan dari orang tuanya di kampung yang dia miliki.

Namun, alangkah terkejutnya Tono saat alih-alih tawaran makanan yang dia terima, melainkan sikap Roni yang seolah tidak mau tahu. Roni menyibukkan dirinya dengan bermain PS4 dengan game baru yang baru saja dia beli. Padahal Tono baru saja meminta pada Roni, “Ron, bolehkah aku meminta sedikit bagian dari makananmu, aku belum makan dua hari ini?”

Sayangnya tidak, Roni malahan asyik bermain dan malahan mengajak Tono untuk menemaninya bermain PS.

Saat kedua kalinya Tono mengulangi perkataannya, “Ron, bolehkah aku meminta sedikit bagian dari makananmu, aku belum makan dua hari ini?” Roni pun sembari tetap asyik bermain PS4nya, justru mengeluarkan kata-kata “Ton, lu kagok kalo cuman gak makan dua hari, sekalian seminggu gitu!” (sembari terkekeh merasa celotehannya lucu)

Entah lah apa yang ada di isi kepala Roni, karena saya tidak habis mengerti mengapa seorang teman yang katanya senasib sependeritaan bisa berkata demikian disaat yang sama kawannya sedang membutuhkan bantuannya.

Tono dengan perasaan sedih dan lapar pun berkata “antara kamu yang tidak paham, atau kamu tidak mau memahami temanmu Ron”…

Apakah sampai di situ?

Oh ternyata tidak, justru klimaksnya adalah Roni naik pitam, tersinggung dengan ucapan Tono dan dengan sikap permusuhan menunjukkan ketidaksukaannya kepada Tono.

Roni menganggap bahwa Tono adalah seorang rese, yang selalu mengganggu dan tidak bisa mengerti keadaan dirinya. Tidak layak Tono untuk bersikap buruk pada seorang Roni…

Hehehe…

Have you ever meet with someone who acted like they don’t know what they’re doing? But it’s actually something that you believe that they’re just mock you and tried to make you off limit?

Sepertinya sepenggal kisah ini cocok kalau ditutup dengan penggalan ayat suci ini:

Allah SWT berfirman:

وَلَا  تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ

“dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, “Kami mendengarkan,” padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya).”

اِنَّ  شَرَّ الدَّوَآبِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا  يَعْقِلُوْنَ

“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti.” (QS. Al-Anfal: Ayat 21-22)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s