Pemda oh… Pemda (bahayanya media) 

Tanpa ada maksud dan tujuan politik tertentu, murni karena menemukan satu artikel di FB yang menganalisis cukup tajam performa pemerintah DKI Jakarta, dengan ditunjang beberapa data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sini juga bisa kita lihat bagaimana peran besar media di dalam mengemas satu berita/informasi, di mana seharusnya mereka berdiri tegak, independen dan obyektif. Tetapi sebagian di antara mereka berkesan mengaburkan fakta, atau sekedar larut di dalam suapan berita/informasi yang disuguhkan oleh sekelompok/beberapa kelompok orang untuk kepentingan mereka sendiri. 

INFO TERKINI TENTANG KINERJA PEMDA DKI

***

Buat tambahan pengetahuan:

*Inilah kinerja a Hog yang selama pegang DKI Jakarta… audit BPK*

*Jangan mau dibohongin & dibodohin pakai opini “Kinerja Baik” dari media-media yang mereka kuasai – Bagian 1*

Selama ini, banyak diopinikan bahwa kinerja a Hog, Gubernur yang juga *tersangka penistaan agama*, itu baik. Sayangnya, meski akses informasi demikian luas untuk melakukan analisis klaim tersebut, belum ada yang melakukan evaluasi secara komprehensif. Realitanya ternyata tidak sedikit indikator kinerja kunci a Hog yang *lebih buruk* dari Fauzi Bowo, Gubernur Kumis. Padahal a Hog memerintah DKI Jakarta dengan kondisi yang jauh sangat nyaman jika dibandingkan dengan Fauzi Bowo. Pada masa Ahok, APBD DKI memiliki nilai hampir 2x lipat lebih dari nilai APBD Fauzi Bowo. Selain itu, modal sosial dan dukungan buzzer yang dimiliki oleh a Hog juga jauh lebih besar ketimbang Fauzi Bowo.

1⃣ Tata Kelola Keuangan

Kinerja a Hog terkait tata kelola keuangan sangat buruk. Hasil audit keuangan BPK menunjukkan bahwa pada Tahun Anggaran 2015 terdapat temuan bermasalah senilai Rp 30,15 Trilyun, atau hampir 50% APBD DKI, dan status hasil audit yang diberikan adalah WDP – link http://bit.ly/2fvZRzW

Capaian ini lebih buruk dari Fauzi Bowo yang mampu membawa DKI hanya memperoleh temuan bermasalah senilai Rp 4,83 Trilyun, atau 13,42% dari APBD, dan memperoleh status WTP, status terbaik dalam audit BPK – link: http://bit.ly/2fw3Mgu

2⃣ Akuntabilitas Kinerja

Akuntabilitas kinerja pemerintahan DKI Jakarta di bawah a Hog sangat buruk. Hasil penilaian Kementerian PAN & RB nilai akuntabilitas kinerja DKI untuk Tahun 2015 hanya berpredikat CC, dan berada pada peringkat ke-18 – link: http://bit.ly/2fvQLTW , http://bit.ly/2fw26TX , http://bit.ly/2fvQUXx

Lebih lanjut, memang sejak Jokowi-a Hog Pemda DKI tidak pernah memperoleh nilai lebih tinggi dari CC – link http://bit.ly/2fvRapt

Capaian ini lebih buruk dari Fauzi Bowo yang pernah membawa akuntabilitas kinerja DKI bernilai B – link: http://bit.ly/2fvULDR

3⃣ Pertumbuhan Ekonomi

Data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2015 hanya 5,88%. Pertumbuhan ini paling rendah sejak tiga tahun sebelumnya – link: http://bit.ly/2fvM64x

Pada Triwulan III 2016, angka ini kembali turun hanya mencapai 5,75% – link: http://bit.ly/2fvW9GP – capaian ini bahkan lebih buruk dari Fauzi Bowo yang rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6,17% (LPPD DKI Jakarta 2007-2012).

Buruknya capaian ini di antaranya disebabkan serapan anggaran yang rendah (72,11%), dan serapan yang rendah terjadi kembali pada tahun 2016. Kondisi ini membuat a Hog ditegur Jokowi – link: http://bit.ly/2fw4NoO , http://bit.ly/2fvVwNu , http://bit.ly/2fvM6Bz

4⃣ Kemiskinan

Data BPS menunjukkan terjadi peningkatan jumlah orang miskin menjadi 384.300 (3,75%) per Maret 2016 – link: http://bit.ly/2fvVODN , http://bit.ly/2fw2j9S – (Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2016) dari 363.200 (3,69%) per Maret 2012.

Capaian ini bahkan lebih buruk dari capaian Fauzi Bowo, di mana ia berhasil menurunkan kemiskinan dari dari 405.700 jiwa (4,48%) (Maret 2007) menjadi 363.200 jiwa (3.69%) (Maret 2012) (Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dan 2015) – link: http://bit.ly/2fw2jXq

5⃣ Pemukiman / Perumahan Rakyat

Kinerja a Hog terkait pemukiman / perumahan rakyat sangat buruk. Dari sisi penataan kampung kumuh, a Hog gagal melanjutkan proyek Kampung Deret-nya Jokowi – link: http://bit.ly/2fvWVDA – (LKPJ 2014 dan 2015). Capaian ini lebih buruk dari Foke yang sukses merubah 274 RW kumuh dengan proyek MHT Plus (LPPD DKI 2007-2012).

Dari sisi pembangunan rusun, a Hog tidak membangun rusun yang dapat dimiliki warga (Rusunami), tetapi hanya membangun rusun yang harus disewa (Rusunawa). Sepanjang 2014-1015, DKI hanya mampu membangun 3.587 unit (1.794 / tahun) dengan hampir 28,9% Pusat yang membangun (LKPJ Gub DKI 2014 & 2015). Capaian ini lebih buruk dari Foke yang sepanjang 2007-2011 mampu membangun 3.366 unit Rusunami dan 8.971 unit Rusunawa (2.242 / tahun) (LPPD DKI 2007-2012).

6⃣ Kemacetan

Kemacetan makin menjadi. Riset tempatkan Jakarta Kota paling macet di 178 Negara – link: http://bit.ly/2fvXkps

Capaian a Hog terkait hal ini dapat dinilai sangat buruk bila mengingat tiga indikator lain yang dapat mengurangi kemacetan. Pertama, dari sisi penambahan panjang jalan, BPS juga menyebutkan bahwa Fauzi Bowo berhasil menambah panjang jalan di DKI dari 6.543.997 meter menjadi 6.995.842 meter. Sedangkan a Hog stagnan dalam menambah panjang jalan (Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dan 2016 serta LKPJ Gub DKI 2015).

Kedua dari sisi angkutan umum, Jokowi hanya mampu menambah 1 koridor busway yang merupakan lanjutan proyek Fauzi Bowo, sedangkan a Hog gagal menambah jumlah koridor busway. Sementara Fauzi Bowo mampu menambah menambah 4 koridor baru (LPPD DKI Jakarta 2007-2012, LKPJ Gubernur DKI 2012, 2013, 2014, dan 2015).

Dari sisi penumpang Busway, BPS menyebut bahwa a Hog hanya mampu menambah jumlah penumpang dari 111.260.431 (2012) menjadi 111.630.305 (2014). Sedangkan Fauzi Bowo mampu menambah jumlah penumpang Busway dari 61.446.336 (2007) menjadi 114.783.000 (2011) (Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010, 2013, dan 2016). BPS belum mengumumkan data 2015 dan 2016, tetapi berdasarkan keterangan Kepala Dinas, jumlah penumpang pada 2016 mencapai 340.000 / hari atau 122.400.000, masih jauh dari target yang ditetapkan – link: http://bit.ly/2fw3JRv , http://bit.ly/2fw3LJ7

7⃣ Banjir

Banjir masih gagal diatasi. Banjir saat ini bahkan telah menjangkau wilayah kerja sang Penguasa – link: http://bit.ly/2fw4omc

Lebih ekstrim, tidak perlu menunggu hujan 1 jam, banjir telah terjadi – link: http://bit.ly/2fvY4Lg

Selama ini diopinikan bahwa banjir Jakarta berhasil diatasi karena a Hog, faktanya, program banjir Jakarta yang selama ini berjalan adalah program Pemerintah Pusat – link: http://bit.ly/2fvUmBq 

Jika Pemerintah Pusat tidak ingin mengeksekusinya, maka proyek tersebut tidak terlaksana. Oleh karena itu, untuk melihat buruknya kinerja a Hog terkait hal ini, tentunya perlu dibandingkan proyek pengendalian banjir sejenis. Dalam konteks itu, a Hog dapat disebutkan gagal karena proyek sodetan kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur yang hanya sepanjang 1,27 kilometer mangkrak – link: http://bit.ly/2fvXahX

Sementara Fauzi Bowo mampu menyelesaikan Proyek Kanal Banjir Timur sepanjang 23,6 kilometer yang membebaskan 2,7 juta warga di 15.000 HA daerah rawan banjir (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) DKI Jakarta 2007-2012).

8⃣ Keterbukaan Informasi Publik (Transparansi)

Standar Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Transparansi Pengelolaan Daerah diatur dalam UU Keterbukaan Informasi Publik dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 188.52/1797/SJ/2012 Tahun 2012 tentang Peningkatan Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah. Kinerja Pemerintahan DKI Jakarta di bawah a Hog terkait hal ini sangat buruk. Hasil verifikasi Kemendagri pada Tahun 2015, DKI hanya memperoleh capaian 8,33% terkait informasi anggaran yang harus dipublikasikan – link: http://bit.ly/2fw43A1

Lebih lanjut, pada tahun 2015 hasil penilaian Komisi Informasi Publik, DKI tidak masuk 10 besar – link: http://bit.ly/2fw7t5Q

Capaian ini lebih buruk dari Fauzi Bowo yang mampu membawa DKI peringkat ke-2 Keterbukaan Informasi Publik tahun 2012 – link: http://bit.ly/2fw41YM

Sumber: FB Saafroedin Bahar dengan editan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s