Membela Islam? 

Saya tidak mau berpolemik dengan terminologi membela Islam. Adalah sebuah kepastian yang mutlak bahwa Allah SWT tidak butuh pembelaan manusia.

Namun demikian, Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: Ayat 7)

Dalam ayat yang lain Allah SWT juga berfirman:

ياَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا، كُوْنُوْا أَنْصَارَ اللهِ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian sebagai penolong-penolong Allah.” [Q.s. as-Shaf: 14]

Sekali lagi, saya tidak ingin berpolemik tentang “membela Allah”. Mari kita membaca dan mempelajari lagi kitab suci kita, hadist nabi dan tafsir-tafsir terkait dengan hal ini. 

Saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa ketimbang terpancing berkomentar di social media dengan amarah, umpatan yang tidak bermanfaat, ujung ujungnya malah menambah dosa dan semakin menunjukkan betapa rendahnya tingkatan intelektual kita, mungkin lebih smart bila kita berjuang dengan berbagai cara yang positif untuk menunjukkan bahwa Islam itu memang rahmat bagi semesta alam. 

Di saat media kita terbagi dua golongan, yang mana satu pihak memberikan berita positif dan yang lain negatif terkait dengan aksi “membela Islam” yang sudah sampai jilid ke-3 ini, mayoritas media barat yang notabene non muslim mayoritas bila tidak mau dikatakan semua,  memberitakan aksi super damai yang luar biasa ini dengan tendensi negatif. 

Lalu apa yang kita lakukan? Diam saja, melihat ketidakbenaran terjadi?? 

Sayangnya, baru saja saya mendengarkan majelis ilmu bahwa mendiamkan kesalahan itu termasuk dalam dosa besar ke-78 😀✌️

Oleh karenanya, adalah kewajiban kita pula untuk memberikan counter information terkait pemberitaan-pemberitaan negatif tersebut.

Saya bukan lah seorang ahli bahasa, bukan pula penulis yang piawai, at least saya bisa memahami bahwa mana informasi yang cenderung memojokkan Islam. Dan saya mencoba memberikan counter sebatas yang saya mampu. Hanya untuk mendapatkan ridho Allah SWT semata. 

Siapa tahu, upaya saya yang terbata-bata ini bisa sedikit memberikan inspirasi kecil bagi yang lain di dalam “membela Islam” dengan caranya masing-masing. 

Berikut adalah beberapa counter information yang saya kemukakan:

1) http://www.policyforum.net/islamist-rule-law-indonesia/#comment-7967

Hi Melissa,

Nice article.
I’m an Indonesian Muslim. I could understand your writing, from your perspective.

But, to understand Islam and Indonesia relationship, you should trace it back all the way before Indonesia itself existed.

It’s Islamic movement together with nationalists who fought alongside to fight colonialism in our land back on 1945-1949.

Democracy is never been our goal.
As you aware that Indonesia have Pancasila as a “dasar negara” and 1st stated “Belief in the one and only God”
Indonesian have no problem with different religions, since we are multi religions country.
But, when your religion is mocked, twisted, on public, especially by the people who supposedly speak and act behave according to his high position/level (as a governor).
Then it’s all happened.

That’s why I said that democracy is never been our goal. Democracy is only one pillar of our Pancasila.

If I may suggest you, in order to know Indonesia legal/policy/constitution you should study more about Islam in Indonesia and Pancasila philosophy. And by understanding these you may write a proper and more balanced writing about Indonesia, especially Islam in Indonesia.

Best regards,

2) http://www.voanews.com/a/ap-thousands-join-blasphemy-protest-in-indonesian-capital/3620140.html

Yoga

December 02, 2016 1:39 PM

VOA writer only wrote what they believed is right from their perspective. Ahok already crossed the line. He thought he was above the law because he had a backup from powerful tycoons and politicians. He was breaking the law and Indonesia’s constitution. Period. And the western media had a very inaccurate data about the number of people who join the rally. Most of them said that it’s consisted of 200,000 protesters while the facts it’s more than 4,000,000 peoples who pray together.

Besok-besok, kalau kita menemukan artikel tendensius di media barat mari kita counter sebagaimana yang kita lakukan di Monas yuk 😇😊

Wassalamualaikum, 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s