Juanda airport (T1), you’d better make yourself up

Surabaya (01.26)

Tadi sekitar pukul 19.00 saya kembali menginjakkan kaki ke kota ini. Entah kenapa saya melihat kualitas bandara Juanda (terminal 1) ini tidak makin baik, bahkan cenderung makin jorok, chaotic dan tidak menarik. Mungkin saja itu opini sepihak, tapi setidaknya di saat hampir semua bandara di kota lain sedang berbenah mempercantik dirinya, kok terlihat Juanda sebagai pintu gerbang kota ke-2 terbesar di Indonesia ini tidak begitu ramah menyambut para tamu yang datang.

Mungkin saja ada faktor kepentingan dengan pemilik lahan dimana yang saya tahu bahwa Juanda itu secara kepemilikan masih di miliki oleh TNI AL, sementara pengelolaan bandara dilakukan oleh Angkasa Pura I.  Tapi sekali lagi, sudah saatnya berbenah dan mempercantik diri. Terminal 1 Juanda sudah terlihat usang, ayolah percantik dirimu. Balikpapan sudah OK, Bali tidak usah disebut, Makassar cantik, Jakarta makin menarik, bahkan bandara Bandung yang kelasnya jauh di bawah Juanda dan juga dimiliki oleh TNI AU sudah terlihat jauh lebih menarik.

Terlalu banyak supir taksi liar, calo kendaraan carteran yang mendominasi di T1 Juanda ini. Bahkan sampai-sampai taksi online tidak ada yang berani menarik penumpang. Di era keterbukaan ini, ternyata masih saja ada pihak-pihak yang ber-mindset tertutup. Pihak-pihak yang tidak pro kepada kompetisi sehat. Sehingga taksi online harus diancam dan ditakut-takuti. Bahkan sampai dengan resmi mencantumkan larangan menarik penumpang bagi taksi online. C’mon

Sudahlah, sudahi saja perlakuan seperti itu. Belajar sama daerah lain, buka mata, buka telinga. Belajar dan aplikasikan. Kenapa justru tidak dibalik, pengelola taksi “resmi” bandara Juanda yang justru bermitra dengan aplikasi penyedia taksi online? Sehingga membuka peluang bertambahnya income bagi para driver. Kenapa harus penumpang pesawat yang ditumbalkan, mendapatkan layanan yang overprice dengan kualitas yang buruk. Sudah pasti taksi bandara Juanda dengan unit mobil produksi keluaran tahun 2000 itu sudah tidak laik pakai, bau, kumuh, dan unfriendly driver. Ini kok masih dipertahankan juga. Belajar lah dengan Bandara Bandung yang menyediakan space bagi salah satu aplikasi penyedia taksi online. Sehingga driver taksi khusus bandara bisa melayani penumpang yang gemar memesan taksi dengan aplikasi.

Singkat cerita setelah 3 (tiga) taksi online menolak pesanan saya. Saya pun memesan 1 (satu) unit taksi argo yang berwarna oranye. Sesampainya di rumah argometer ada di angka Rp100,000. Hanya selisih Rp10,000 dibandingkan dengan angka di aplikasi taksi online, which is great. Bandingkan dengan taksi “resmi” bandara di mana dipatok di angka Rp180,000 (keterlaluan). Dengan taksi oranye ini, unitnya baru (tahun 2015), ac dingin, supir ramah dan harga kompetitif. Taksi ini memang selalu saya jadikan alternatif bila taksi burung biru sedang sulit ditemukan. Sejauh yang saya tahu, taksi oranye ini adalah anak perusahaan dari produsen mobil jepang ternama. Jadi tidak salah bila kondisi unit selalu prima.

Jadi bagi orang yang datang ke Surabaya dan mendarat di Juanda, saran saya lebih baik kalian memesan taksi argo yang berwarna oranye ini. Letak outlet-nya nyempil di ujung terminal kedatangan 1B. Bayangkan saja, saya mendarat di terminal 1A, dan bela-belain berjalan ke terminal 1B khusus agar saya bisa memesan taksi ini. Saking tidak relanya harus menghabiskan waktu 45 menit – 1 jam di dalam taksi yang tidak nyaman yang akan membawa saya dari bandara ke rumah.

Not much I can say anymore. Saya capek dan I’ve still got a lot of homework. Seandainya saja ada orang yang berbaik hati memijat pundak dan punggung ini… Nikmatnyaaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s