Cumbuanku dengan-Nya

Kenikmatan bercumbu dengan Sang Semesta itu datang justru pada saat diri merasa tak memiliki apa dan siapa.

Saat kuucapkan “Allah Maha Besar“, saat itu pula diri menjadi sirna tak berarti, kecil dan tiada.

Saat kutundukkan diri dan berkata “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung dan dengan puji-Nya” disaat itu aku meratapi kehinaan aibku yang tak terhitung, jiwa yang penuh najis, pikiran yang seperti sampah, kotor dan negatif.

Saat kubangkit dari rukukku dan berkata “Allah sungguh mendengar para pemuji-Nya, Ya Allah Tuhan kami ! Bagi-Mu segala puji” dimomen itu aku meyakini diri ini telah lalai, karena terlalu sibuk berbicara dan ingin didengar tanpa mau mendengar.

Saat kukecup mesra bumi tempatku memijak dan berbisik lirih “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Luhur dan dengan puji-Nya” disaat itulah aku meratapi betapa kotor dan rendahnya diri ini dengan segala dosa dan kelalaian, betapa tidak berartinya ego dan segala yang kita miliki. Betapa materialistiknya kita yang selalu memikirkan hal-hal duniawi dan melupakan keluhuran pekerti.

Dan kulanjutkan memohon kepada Yang Maha Mendengar “Ya Allah, Ampunilah aku, Belas kasihanilah aku, Cukupkanlah segala kekuranganku, Angkatlah derajatku, Berilah rezeki kepadaku, Berilah petunjuk kepadaku, Berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku

Karena ku tahu, karena ku yakin, hanya Dia lah sejatinya tempat aku memohon, hanya Dia lah sejatinya tempat ku meminta perlindungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s