Langkah demi langkah

Dari semua persoalan dan berbagai drama yang harus kujalani, tadi malam kudapati sebuah harapan. Satu surat yang memunculkan kembali asa, menggelitik kepenasaranan, dan mengajakku untuk melangkah progres ke depan.

Orang mungkin saja akan berpendapat, oh itu hal yang biasa saja. Oh, kamu memang egois. Oh, kamu tidak memperdulikan orang lain dan hanya memikirkan kepentinganmu sendiri. Oh, kamu memang tak berperasaan, hina, penuh kemunafikan dan berbagai hujatan lainnya.

Aku tidak ambil pusing dengan semua itu. Terganggu, jelas. Tapi aku tidak mau berkubang di dalam rekayasa penderitaan yang kuciptakan sendiri dalam relung imajiku. Biarkan ribuan orang berkata apapun, itu tidak akan mengubah apa yang kuyakini tentang langkah apa yang sedang kuupayakan kutempuh.

“Anjing menggonggong, kafilah berlalu” Ini yang kujadikan dasar mengapa aku melakukan semua ini. Karena di dalamku, aku yakin bahwa upayaku akan membawa kemanfaatan untuk orang banyak. Karena aku melakukannya bukan untuk diriku sendiri, tapi aku membawa harapan dari banyak orang lainnya. Agar di ujung perjalananku kelak, aku bisa meninggalkan setidaknya sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Jalan mendaki itu memang terjal, melelahkan, membuat orang yang tidak memiliki kekuatan mental akan mengurungkan niatnya. Butuh persiapan fisik, perlengkapan untuk mendaki, namun yang pasti butuh kekuatan psikis bahwa aku akan tiba di puncak, pada saatnya nanti.

Dan tadi malam, aku dapati satu harapan. Harapan untuk meneruskan pendakian yang sedang kujalani.

photo_2018-09-27_12-38-49

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s