Sepenggal kalimat seorang istri

resolve“Saya memintanya dengan sangat agar jangan pergi ke mana-mana, tetapi apabila ia memutuskan untuk pergi juga agar membawa serta aku, karena jiwaku adalah miliknya. Di saat-saat yang berat ini saya ingin berguna baginya’.

‘Bila ditinjau kembali,’ lanjutnya, ‘seharusnya saya melakukan apa yang semula ingin saya lakukan yakni memakai setelan celana saat pergi ke Halim, juga karena saya pergi naik jip. Tetapi karena saya tahu bahwa Bapak tidak menyukainya, saya mengenakan gaun. Dia berterima kasih atas loyalitas dan dedikasi saya, tetapi sambil melihat pakaianku ia berkata bahwa saya sebagai wanita tidak bisa ikut. Pada saat itu saya merasa sebagai seorang istri samurai yang harus menerima kenyataan bahwa ia hidup di dunia laki-laki. Saya menyadari bahwa saya akan menyukarkan dia bila saya bersikeras untuk ikut’.

Segera setelah pertemuan itu Bung Karno memasuki mobil. Dewi bertanya pada diri sendiri apakah ia masih akan bertemu atau melihatnya lagi. (Oltmans, W. 2001. Bung Karno Sahabatku. p214-215)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s