Mungkin Nanti

Musik tidak pernah lepas dari keseharianku.

No, aku bukan penyanyi. Mungkin jika menyanyi di depan layar laptop, atau di ruang karaoke, atau di kamar mandi dikategorikan sebagai seorang penyanyi, maka mau tidak mau aku pun ikhlas disebut seorang penyanyi.

Bagi aku dalam sebuah lagu terdiri dalam dua komponen inti yaitu melodi dan lirik. Aku tipe manusia yang condong pada pendengar melodi ketimbang mengagumi lirik. Aku menikmati vokal yang dialunkan sang vokalis, ketukan perkusi yang ada di latar belakang, bagaimana bunyi gitar yang dipetik, dan semua instrumen yang dimainkan aku perhatikan satu persatu, sambil mengagumi bagaimana beragam perbedaan itu bisa menjadi sebuah harmoni yang nikmat di telinga (jika lagu itu enak – tentu saja).

Eniwei, aku sudah satu bulan ini teramat sering mendengarkan satu lagu karya Ariel Noah. Ya, artis papan atas Indonesia yang itu, bukan yang lain.

Ini lagu lama yang dibuatkan lirik baru dalam versi Jepangnya dan diarrange ulang dengan manis, ringan dan nyaman di telinga dalam versi akustik, hingga hasil akhirnya bisa membuat rasa gelitikan kecil di hati.

Ini liriknya.

Moshimo mata itsuka

Hanashite okitainda
Kitto kore ga saigo sa
Subete tebanashite shimaou
Sore ga ima dato omounda

Kimi wa kawatte shimattandarou
Ai wa kiete shimattandarou

Moshimo mata itsuka bokura ga deau nara
Onegai dakara mou nanimo kikanai de
Kinou made koko ni atta kimi e no ai wa
Okizari ni shite kita kara

Kokoro ga shizunde
Kimi ga yume kara sametara
Omoidashite hoshiinda
Kimi to boku monogatari wo

Kimi wa kawatte shimattandarou
Ai wa kiete shimattandarou

Moshimo mata itsuka bokura ga deau nara
Onegai dakara mou nanimo kikanai de
Kinou made koko ni atta kimi e no ai wa
Okizari ni shite kita kara

Moshimo mata itsuka bokura ga deau nara
Onegai dakara mou nani mo kikanai de
Kinou made koko ni atta kimi e no ai wa
Okizari ni shite kita kara

Mou nani mo kikanaide
Mune ni shimaikonde
Subete no koukai to
Kimi ga kureta kono ai wo

Moshimo mata itsuka

Kalo lirik versi awalnya (Indo) sih begini:

Mungkin Nanti

Saatnya ku berkata mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua kuyakin inilah waktunya
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini

Dan bila hatimu termenung bangun dari mimpi-mimpimu
Membuka hatimu yang dulu cerita saat bersamaku
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Tak usah kau tanyakan lagi
Simpan untukmu sendiri
Semua sesal yang kau cari
Semua rasa yang kau beri

Mungkin Nanti

Jujur aku sih lebih suka sama versi Jepangnya, terasa lebih matang dan mature.

Nah, setelah membaca liriknya aku baru ngeh kalo ini lagu tentang cinta (patah hati) ya? 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s