“Senyum penuh gelora terkembang untuk Indonesia”

Belakangan ini banyak diberitakan kasus-kasus ujaran kebencian.

Namun jarang saya temukan kasus-kasus yang terkait dengan ujaran kecintaan.

Semua-semua kini dijadikan isu, kasus dan pemberitaan politik.

Mungkin karena memang begitulah yang namanya dinamika politik.

Saya dari kecil sering dicekoki dengan kisah bahwa politik itu kotor. “Jangan masuk ke politik, politik itu kotor”

Begitu lah pesan yang terngiang di telinga saya di kala kecil dahulu.

Kawan bisa jadi lawan, sahabat menjadi musuh. Tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi.

Namun di sisi lain, saya pernah membaca “Barangsiapa melihat kemungkaran maka ingkarilah dengan tangannya, jika tidak sanggup, maka dengan lisannya, jika tidak sanggup maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya Iman.” (HR. Muslim)

Usai terbelahnya dua kubu ekstrim cebong dan kampret saat pilpres 2014, pilkada DKI 2017 dan pilpres 2019, pada 2020 saya pikir semua itu akan berakhir dan melebur, walau harus diakui leburan itu sempat ada saat awal-awal pandemi covid-19 masuk ke negara kita.

Akan tetapi, nyatanya luka itu terlalu dalam. Kita masih terbelah dan sepertinya belum akan sembuh dalam waktu dekat, selama kita belum menghadapi common enemy.

Mark Twain seorang penulis Amerika abad 19 pernah berujar, “Loyalty to country always. Loyalty to government, when it deserves it.”

Di tengah makin kuatnya cengkeraman kaum globalis, yang mengabaikan batas-batas negara dan hanya memikirkan kepentingan kelompoknya. Membuat siapa saja musuh negara ini menjadi makin buram. Siapa kawan dan lawan semakin kabur.

Luapan informasi yang berlebihan justru membuat semua makin simpang siur.

Tapi diam sepertinya bukan pilihan. Toh setelah sekian lama saya diam, tidak banyak perubahan yang berarti.

Atas dasar itulah maka beberapa hari yang lalu saya memberanikan untuk melangkah ke hal yang baru. Mencoba masuk dan belajar yang namanya berpolitik praktis. Berupaya mencari tempat dimana ide dan gagasan saya bisa tersalurkan. Tentunya ide dan gagasan di bidang yang relatif saya kuasai. Pariwisata.

Better late than never. NIA 12397 itu lah nomor kader saya.

Untuk Indonesia yang lebih baik. Bangkit bersama Kemenangan untuk menggelorakan kembali Indonesia.

Partai Gelora Indonesia #KITA# gelorajatim https://www.facebook.com/geloraindo/ https://www.facebook.com/partaigeloraindonesia/ https://www.facebook.com/Gelora.JawaTimur/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s