Kupeluk hatimu

Ke manakah ‘ku ‘kan melangkah?
Jalan kita tak tentu arah
Hidup yang pernah kupahami
Terjaga di sampingmu

Andaikan waktu memihakku
Jangan cepat semua berlalu
Apa yang pernah kita lalui
Mulai terurai sepi

Menepilah sejenak, kekasihku
Berikan ruang untuk rindu
Sehingga reda deru ragumu
‘Kan kupeluk hatimu

Tak pernah terbayang ‘kan tiba
Lelah membuat kita lupa
Apa yang pernah kita jaga
Tak berarti akhirnya

Menepilah sejenak, kekasihku
Berikan ruang untuk rindu
Sehingga reda deru ragumu
‘Kan kupeluk hatimu

Menepilah sejenak, kekasihku
Berikan ruang untuk rindu
Sehingga reda deru ragumu
‘Kan kupeluk hatimu

Kembalilah ke masa itu
Ketika pertama bertemu
Di mana cinta hentikan waktu
Dan kau peluk hatiku

Ketika cinta hentikan waktu
Dan kau peluk hatiku

Song : David
Lyrics : Ariel, David, Rian D’MASIV, Noe LETTO, Marchella FP, Aan Mansyur
Album : Keterkaitan Keterikatan

The most important things in life

Life is brief, and the most precious things can quickly become lost.
Sometimes, outside circumstances cause that loss. Occasionally, we induce ourselves to lose the things that mean the most to us.

Whether a life-changing circumstance happens or you momentarily do something out of nature that leads to irretrievable damage, you often only realize what you had once it’s gone.

That’s why you need to guard some fundamental aspects of your life with an emotion that can’t be tamed.

Our lives and priorities are all complexes. However, there are precious things in life that are pretty much common.

I would say that the most essential thing in your life is you. A healthy, loved, happy, spiritually rich, fearless, determined you. Have that version of yourself as your life’s vision, and never stop chasing it.

Family
Our relationships are the most essential things in the world. They’re the most crucial factor for happiness and, in combination with your calling, tend to be our reasons to live. For most, the family is at the top of the list in terms of values and priorities.

Sometimes, it’s easy to disregard just how much family signifies to us. They’re the people we typically live with, and it’s hard to live with another person – no matter how much we like them. Love gives way to frustration and sometimes…we feel like we hate the other person.

However, your family is irreplaceable and precious, so you have to devote your time and energy to nurture those valuable relationships, not just for the sake of your relatives, but also for your own.

Friends
Good friends are hard to come by, so when you find one, you need to do everything you can to nurture that relationship.

A great friend can become like family. You forge an inseparable bond with someone whom you know, you can always count on — no matter how dark things get. A good friend is a confidant, a shoulder to lean on, and sometimes the voice of reason for us.

Always remember how lucky you are to have found someone you can genuinely call a good friend.

Love
Love includes friends and family, your calling, and intimate relationships. But it also provides everything else you love and all your encounters with others. It consists of those things you enjoy doing, the stories you grew up with, and the kind interactions with strangers that remind you of the love that exists in the world.

These can seem like separate, unrelated things, but they are opportunities to experience love in its varying forms. Experiencing love can give our life a sense of meaning and purpose, like something else…

Your sense of meaning
It’s your passion, your muse. Your calling gives your life purpose and furnishes you with a feeling of vitality that makes everything more relaxed and more enjoyable. This is also how you make a difference.

Your calling is your life’s work. It’s your legacy. To find what you have a passion for, and to pursue that passion, is to find the vehicle you’ll use to contribute your greatness to the world.

Health
This is one of those “you don’t know how much it means until it’s gone” type things. Many people will skip over this point, not giving it a second thought.

However, once you have even a single small health complication, you’ll know precisely just how important this is. At the first sign of difficulties, you realize that everything is jeopardized by bad health.

With good health, you can spend more time with friends and family, enjoy the love in your life, and follow your passion to your heart’s content. With bad health…you eventually, lose it all. So, take care of your health, so you have more time to enjoy the other most important things in your life.

In theory, that’s the most essential things in our lives. However, the problem will become more complicated when there is a conflict between one crucial thing and another. How about when a person in our family has a problem with our friends in another place. Or what if when nurturing family, we actually lose love, or ourselves?

Here is why life is so exciting. Because many exciting things in life actually are things that we have not known before. Because it is the mystery in life that actually becomes an “effectual recipe” for an extraordinary experience.

Selamat ulang tahun mama

Tepat 65 tahun silam, tanggal 21 Juni 1954 ibuku dilahirkan di dunia ini. Seorang perempuan yang kemudian tumbuh dan besar menjadi seorang wanita multi talenta yang melahirkan dan membesarkanku serta memberikan makna cinta untuk pertama kalinya padaku.

Tidak pernah sedetikpun aku meragukan ketulusan cinta darinya untukku. Tidak kala ku masih dalam timangan, tidak pula saat ini. Saat dimana aku hanya terbujur di tempat tidur rumah sakit yang keras ini dengan selang-selang yang menempel pada tubuhku.

Dari dia lah aku mengenal tentang kepribadian seorang wanita. Tangguh, mandiri, bertanggung jawab, supportive. Yang mana ternyata merupakan hal yang langka ditemukan pada wanita-wanita jaman now. Atau mungkin saja karena aku yang ditakdirkan untuk bertemu dengan wanita-wanita yang berbeda karakter dengan ibuku.

Yang pasti, di hari ulang tahunnya ini tidak ada tiupan lilin, tidak pula ada pemotongan kue, selametan potong tumpeng, pengajian dan kemudian membagi nasi berkat, dan lain sebagainya. Hanya ada aku dan dia, berdua menghabiskan waktu bersama. Aku di ranjang pasien, dan dia meringkuk di lantai beralaskan selimut tipis dengan niatan menemani anak lelaki satu-satunya yang divonis wajib rawat inap untuk kedua kalinya dalam bulan Juni ini saja.

Ya, total ini sudah malam ke 12 kuhabiskan bermalam di rumah sakit. Lebih banyak waktu kuhabiskan tidur di rumah sakit ketimbang di rumah untuk bulan ini.

Tidak banyak yang bisa ku ucapkan untuk mu mama, selain aku benar-benar mencintaimu, dan bersyukur kepada Allah ditakdirkan menjadi anakmu yang mengalami semua proses kehidupan ini dari awal hingga saat ini bersamamu. Semoga Allah memberimu surga-Nya untuk keluasan hatimu yang seluas samudera. Untuk kesabaranmu yang tak bertepi.

Mungkin Nanti

Musik tidak pernah lepas dari keseharianku.

No, aku bukan penyanyi. Mungkin jika menyanyi di depan layar laptop, atau di ruang karaoke, atau di kamar mandi dikategorikan sebagai seorang penyanyi, maka mau tidak mau aku pun ikhlas disebut seorang penyanyi.

Bagi aku dalam sebuah lagu terdiri dalam dua komponen inti yaitu melodi dan lirik. Aku tipe manusia yang condong pada pendengar melodi ketimbang mengagumi lirik. Aku menikmati vokal yang dialunkan sang vokalis, ketukan perkusi yang ada di latar belakang, bagaimana bunyi gitar yang dipetik, dan semua instrumen yang dimainkan aku perhatikan satu persatu, sambil mengagumi bagaimana beragam perbedaan itu bisa menjadi sebuah harmoni yang nikmat di telinga (jika lagu itu enak – tentu saja).

Eniwei, aku sudah satu bulan ini teramat sering mendengarkan satu lagu karya Ariel Noah. Ya, artis papan atas Indonesia yang itu, bukan yang lain.

Ini lagu lama yang dibuatkan lirik baru dalam versi Jepangnya dan diarrange ulang dengan manis, ringan dan nyaman di telinga dalam versi akustik, hingga hasil akhirnya bisa membuat rasa gelitikan kecil di hati.

Ini liriknya.

Moshimo mata itsuka

Hanashite okitainda
Kitto kore ga saigo sa
Subete tebanashite shimaou
Sore ga ima dato omounda

Kimi wa kawatte shimattandarou
Ai wa kiete shimattandarou

Moshimo mata itsuka bokura ga deau nara
Onegai dakara mou nanimo kikanai de
Kinou made koko ni atta kimi e no ai wa
Okizari ni shite kita kara

Kokoro ga shizunde
Kimi ga yume kara sametara
Omoidashite hoshiinda
Kimi to boku monogatari wo

Kimi wa kawatte shimattandarou
Ai wa kiete shimattandarou

Moshimo mata itsuka bokura ga deau nara
Onegai dakara mou nanimo kikanai de
Kinou made koko ni atta kimi e no ai wa
Okizari ni shite kita kara

Moshimo mata itsuka bokura ga deau nara
Onegai dakara mou nani mo kikanai de
Kinou made koko ni atta kimi e no ai wa
Okizari ni shite kita kara

Mou nani mo kikanaide
Mune ni shimaikonde
Subete no koukai to
Kimi ga kureta kono ai wo

Moshimo mata itsuka

Kalo lirik versi awalnya (Indo) sih begini:

Mungkin Nanti

Saatnya ku berkata mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua kuyakin inilah waktunya
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini

Dan bila hatimu termenung bangun dari mimpi-mimpimu
Membuka hatimu yang dulu cerita saat bersamaku
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Tak usah kau tanyakan lagi
Simpan untukmu sendiri
Semua sesal yang kau cari
Semua rasa yang kau beri

Mungkin Nanti

Jujur aku sih lebih suka sama versi Jepangnya, terasa lebih matang dan mature.

Nah, setelah membaca liriknya aku baru ngeh kalo ini lagu tentang cinta (patah hati) ya? 😂😂😂

Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai – Kidung Cinta Jalaluddin Rumi

Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung Pada Hari Perhitungan nanti

Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesadaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari

Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.

Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira, bagaikan sekumpulan kebahagiaan

Tetapi wahai bunga Ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?
Sang Lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati.
Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan :
“Bukankah Aku ini Rabbmu ?”