34 hari berlalu

21272645_10213204067869605_1624432132428701163_nHai Khaleef apa kabar?
Semoga kamu baik-baik saja di sana.
Papap punya cerita sama kamu, kita sudah tidak saling berhubungan selama 34 hari ya?! Kangen sekali Papap sama kamu Nak.
Khaleef mau tau nggak, kenapa bisa begini?

Jadi sebenarnya ini semua terjadi karena Papap follow akun twitter seorang wanita.
Betul, Papap follow satu akun twitter itu, dan sontak Ibumu langsung marah, emosi, dan memesan tiket ke Bandung untuk pagi harinya.

Paginya, ada drama nak. Karena Papap tidak ijinkan Ibumu pergi. Tentunya dia akan menceritakanmu versi cerita yang berbeda. Tidak masalah, kamu dengarkan saja cerita Ibumu itu, dan saatnya nanti kamu akan bisa berpikir sendiri – mana cerita yang masuk akal dan mana cerita yang tidak.

Papap tidak mengijinkan, nenekmu juga tidak mengijinkan, Ibumu menjerit-jerit dramatis (as usual), dan melihat itu maka Omamu berujar, “sudah lah biarkan Ibumu itu pergi, nanti akan kembali” sambil tentunya membawamu Nak.

21106710_10213169640368939_1032242121724865770_nPadahal, Papap sudah tidak mengijinkannya pergi lho Nak?
Kamu belajar Islam kan? Kamu tau kan hak-hak dan kewajiban-kewajiban seorang istri?

Singkat kata, kamu pun dibawa pergi secara paksa oleh Ibumu ke Bandung.
Papap sudah tidak sanggup melihatmu saat itu, terlalu sakit rasanya. Tapi Papap berpikir perlu menuliskan cerita versi Papap, bila saatnya nanti kamu mencari kebenaran cerita ini.
Papap yakin, kamu akan mencari pendapat dari kedua belah pihak kan?
Kamu tidak akan one-sided dalam memandang sebuah kejadian.
Karena… kamu kan anak Papap hehehe

Jadi, awalnya Ibumu itu mengatakan di depan kami (Papap, Nenek dan Oma) bahwa tujuan dia pergi membawamu ke Bandung adalah untuk “menenangkan diri”, dan paling lama pergi selama 1 bulan. Sampai sini sudah terlihat kan bagaimana watak Ibumu itu? Ah, tapi kamu pasti lebih kenal dan tahu bagaimana Ibumu. Kan kamu menghabiskan waktu dengannya lebih lama daripada Papapmu ini.
By the way, waktu itu pagi hari tanggal 29 Agustus 2018.

Selanjutnya percakapan Papap dan Ibumu tetap terjalin, dengan pertengkaran-pertengkaran karena dari sisi Papap tentunya tidak terima dengan sikap Ibumu yang main pergi saja ini. Toh ini bukan hal yang pertama kalinya Ibumu lakukan. Papapmu ini tidak mengerti kenapa Ibumu selalu mengambil opsi-opsi yang membubarkan keluarga. Entah meminta cerai (puluhan kali), minggat, pergi dan lain sebagainya. Sementara dari sisi Ibumu, dia sibuk mengembangkan imajinasi liarnya dengan berbagai bayangan yang hanya ada di kepalanya sendiri Nak… Sementara realitanya adalah seperti yang Papap bilang tadi, ini dikarenakan Papap mem-follow satu akun twitter.

21192353_10213170733836275_4575535023186097013_nLucu loh Nak Ibumu itu, dia kan sudah usia 41 tahun sekarang. Tapi kalau kita sedang berargumen, maka tindakannya seperti anak usia 16 tahun saja. Ya itu lah Ibumu.

Yang pasti, sudah dua minggu ini sejak 20 September 2018 Ibumu menutup semua komunikasi baik itu Whatsapp, Instagram, Facebook, Telegram, Twitter kecuali SMS. Jadi yang semula Papap masih bisa lihat wajahmu Nak, sekarang tidak bisa lagi. Kira-kira menurut Khaleef gimana?

Selain itu, selama 34 hari ini beberapa kali Ibumu coba menelpon Papap, tidak ada yang Papap angkat – kecuali sekali. Itu satu-satunya dan terakhir kalinya Papap melihat wajahmu. Dan sampai detik ini Papap masih menangis setiap mereka ulang ingatan Papap tentang ekspresimu. Sejak momen itu lah, Papap berkeyakinan bahwa menerima telepon dari ibumu tidak akan membuat semua ini lebih baik, bahkan lebih buruk untuk perkembangan jiwamu. Mungkin kamu akan tidak terima dengan sikap Papap ini, tapi percayalah – ini bukan sebuah pilihan yang mudah juga bagi Papap.

Selama 34 hari ini juga sudah belasan-puluhan kali Papap suruh, minta, ajak Ibumu untuk pulang. Tapi sepertinya tekad Ibumu memang kuat. Papap tidak tahu kenapa dari awal dia mau menikah dengan Papap, mungkin karena status saja. Biar tidak dianggap “nggak laku” barangkali ya di tengah teman-temannya? Nanti Khaleef kasih tau Papap ya, kenapa Ibumu itu mau menikah dengan Papap.

21191848_10213169657809375_6622657730477893465_nKalau Papap sedari awal alhamdulillah jelas, niat Papap menikah untuk beribadah kepada Allah. Jadi bagaimana pun situasi dan kondisinya, Papap gunakan sebagai sarana untuk beribadah kepada-Nya. Kamu juga akan mengerti apa yang Papap maksudkan ini. Jadi walaupun bagaimana kelakuan Ibumu ke Papap, ya reaksi awal Papap mungkin akan marah. Namun tidak pernah terbersit untuk sengaja menzholimi Ibumu.
Jadi, Papapmu ini sekarang ya berusaha menyibukkan dengan segala kesibukan yang memang harus Papapmu lakukan.

Oh iya, Papapmu kan ceritanya sedang mempersiapkan studi PhD. Jadi cukup menyita waktu dengan membaca ratusan jurnal, membuat anotasi, dan mengupayakan sebuah tulisan yang memang layak dibaca oleh supervisor Papap. Selain itu Papap juga masih ada kegiatan dengan Kementerian Pariwisata. Kapan hari (2-3 minggu yang lalu) Papap ada kegiatan di Jakarta, dan juga mengajak, meminta Ibumu datang bertemu di Jakarta – tetap dia tidak mau. Studi ini Papap persembahkan untukmu Nak, agar nanti saat kau sudah beranjak dewasa Papap akan sanggup membiayai keperluan studimu, dan juga bisa kamu banggakan kepada kawan-kawanmu – bahwa Papapmu seorang Doktor hehehe… walaupun kita tidak pernah bertemu ya Nak?
Kalau menurutmu Papap memiliki pilihan apa?

Dengan Papap datang menjemput Ibumu, maka Papap berarti telah menganggap sikap yang Ibumu ambil (minggat) ini adalah benar atau dibenarkan. Ini tidak baik bagi perkembangan psikis Ibumu. Papap sebenarnya sedang melatih Ib21369381_10213227490055145_6567615153284866630_numu agar dia mampu menggunakan akalnya dalam mengambil sikap. Tidak seperti yang selama ini dia lakukan. Jadi pilihan yang Papap berikan adalah agar dia pulang, kembali ke Papap, dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu yang baik. Toh ini bukan untuk Papap sendiri sebenarnya, melainkan untuk Ibumu sendiri?
Khaleef mengerti kan tentang konteks kewajiban kita kepada Allah dalam berumahtangga?

Sekian dulu ya Nak cerita dari Papap, insyaa Allah Papap akan susulkan cerita-cerita selanjutnya. Kamu cepatlah belajar lah membaca. Membaca itu menarik. Papap dulu relatif cepat bisa membaca, dan Papap hobi membaca.

Kamu baik-baik ya Nak, sampaikan salam ke semua manusia yang ada di sana (bila ada). Katakan, sampai kapan mau pura-pura tidak ada permasalahan? dan sampai kapan mau diam saja tidak menyelesaikan persoalan.

Wassalamualaikum wr wb.

Peluk cium dari Papapmu

xoxoxo

Hi baby girl!

My dearest baby girl,

Someday you’ll understand the reason why I’m no longer present in your life.
It’s not that I don’t want to hug you, love you, care you like any normal father in the world would be. But situations are a little bit complicated when you’re reaching on a certain age.
This is my another love letter to you, just to show you that I actually miss you so badly.

Have I told you that I’m waiting for you for almost 15 years?
That’s true my baby, your daddy waiting for you for so long.
Ask your mommy about this okay?

How are you dear? Are you alright?
Have you met a lot of your friends?
Did you miss me?
Your daddy wants you to know that the reason why I’m doing what I’m doing, is because of you.

You will grow up fast, you won’t realize it.
You will meet a lot of friends and enemies.
But as long as you know what it is right, you don’t have to be worried.
And don’t forget to sholat five times a day, right?!

You’re taken away from me my baby girl.
There is one evil person who taken you away from me.
Your daddy had no chance to save you.
Because this monster lady is so dark and evil.

This monster threatened me, she said that she wanted to eat you unless I let you go.
That’s why I have to let you go with her. Your daddy had no other choices.
You can ask your mommy this story dear. I believe she will tell you.
But you’re free to ask me the story anytime. I’ll let you know. But be ready, maybe my story is quite the opposite than the story what you already know.

Anyway, I just want to tell you that anytime you need a friend. I will always here. And do you want to know why your name is Khaleefa Izarra Asmoro?
Maybe I’ll tell you this story later.
Be a good girl. I love you from the bottom of my heart.