Selamat ulang tahun mama

Tepat 65 tahun silam, tanggal 21 Juni 1954 ibuku dilahirkan di dunia ini. Seorang perempuan yang kemudian tumbuh dan besar menjadi seorang wanita multi talenta yang melahirkan dan membesarkanku serta memberikan makna cinta untuk pertama kalinya padaku.

Tidak pernah sedetikpun aku meragukan ketulusan cinta darinya untukku. Tidak kala ku masih dalam timangan, tidak pula saat ini. Saat dimana aku hanya terbujur di tempat tidur rumah sakit yang keras ini dengan selang-selang yang menempel pada tubuhku.

Dari dia lah aku mengenal tentang kepribadian seorang wanita. Tangguh, mandiri, bertanggung jawab, supportive. Yang mana ternyata merupakan hal yang langka ditemukan pada wanita-wanita jaman now. Atau mungkin saja karena aku yang ditakdirkan untuk bertemu dengan wanita-wanita yang berbeda karakter dengan ibuku.

Yang pasti, di hari ulang tahunnya ini tidak ada tiupan lilin, tidak pula ada pemotongan kue, selametan potong tumpeng, pengajian dan kemudian membagi nasi berkat, dan lain sebagainya. Hanya ada aku dan dia, berdua menghabiskan waktu bersama. Aku di ranjang pasien, dan dia meringkuk di lantai beralaskan selimut tipis dengan niatan menemani anak lelaki satu-satunya yang divonis wajib rawat inap untuk kedua kalinya dalam bulan Juni ini saja.

Ya, total ini sudah malam ke 12 kuhabiskan bermalam di rumah sakit. Lebih banyak waktu kuhabiskan tidur di rumah sakit ketimbang di rumah untuk bulan ini.

Tidak banyak yang bisa ku ucapkan untuk mu mama, selain aku benar-benar mencintaimu, dan bersyukur kepada Allah ditakdirkan menjadi anakmu yang mengalami semua proses kehidupan ini dari awal hingga saat ini bersamamu. Semoga Allah memberimu surga-Nya untuk keluasan hatimu yang seluas samudera. Untuk kesabaranmu yang tak bertepi.

Sepenggal kalimat seorang istri

resolve“Saya memintanya dengan sangat agar jangan pergi ke mana-mana, tetapi apabila ia memutuskan untuk pergi juga agar membawa serta aku, karena jiwaku adalah miliknya. Di saat-saat yang berat ini saya ingin berguna baginya’.

‘Bila ditinjau kembali,’ lanjutnya, ‘seharusnya saya melakukan apa yang semula ingin saya lakukan yakni memakai setelan celana saat pergi ke Halim, juga karena saya pergi naik jip. Tetapi karena saya tahu bahwa Bapak tidak menyukainya, saya mengenakan gaun. Dia berterima kasih atas loyalitas dan dedikasi saya, tetapi sambil melihat pakaianku ia berkata bahwa saya sebagai wanita tidak bisa ikut. Pada saat itu saya merasa sebagai seorang istri samurai yang harus menerima kenyataan bahwa ia hidup di dunia laki-laki. Saya menyadari bahwa saya akan menyukarkan dia bila saya bersikeras untuk ikut’.

Segera setelah pertemuan itu Bung Karno memasuki mobil. Dewi bertanya pada diri sendiri apakah ia masih akan bertemu atau melihatnya lagi. (Oltmans, W. 2001. Bung Karno Sahabatku. p214-215)

Hi baby girl!

My dearest baby girl,

Someday you’ll understand the reason why I’m no longer present in your life.
It’s not that I don’t want to hug you, love you, care you like any normal father in the world would be. But situations are a little bit complicated when you’re reaching on a certain age.
This is my another love letter to you, just to show you that I actually miss you so badly.

Have I told you that I’m waiting for you for almost 15 years?
That’s true my baby, your daddy waiting for you for so long.
Ask your mommy about this okay?

How are you dear? Are you alright?
Have you met a lot of your friends?
Did you miss me?
Your daddy wants you to know that the reason why I’m doing what I’m doing, is because of you.

You will grow up fast, you won’t realize it.
You will meet a lot of friends and enemies.
But as long as you know what it is right, you don’t have to be worried.
And don’t forget to sholat five times a day, right?!

You’re taken away from me my baby girl.
There is one evil person who taken you away from me.
Your daddy had no chance to save you.
Because this monster lady is so dark and evil.

This monster threatened me, she said that she wanted to eat you unless I let you go.
That’s why I have to let you go with her. Your daddy had no other choices.
You can ask your mommy this story dear. I believe she will tell you.
But you’re free to ask me the story anytime. I’ll let you know. But be ready, maybe my story is quite the opposite than the story what you already know.

Anyway, I just want to tell you that anytime you need a friend. I will always here. And do you want to know why your name is Khaleefa Izarra Asmoro?
Maybe I’ll tell you this story later.
Be a good girl. I love you from the bottom of my heart.

I love you, my baby

Sometimes there are moments when we really want something but can only be spoken in prayer in the middle of the night.
By remaining to hope that someone we love is always in good condition.
When our endeavors are fruitless, the power of prayer will penetrate all obstacles.
Because a relationship that is determined by God is impossible to be destroyed by humans.
I love you, my baby.
Until the time that has been written by the Creator, impart me to pray for your wellness from afar.
Rest assured, that you are the most beautiful gift in my life.

The biggest regret

regretPagi pukul 04:11 di Graha Garia.

Aku tidak sendiri malam ini, toh aku tetap merasakan kehampaan yang biasa kualami selama beberapa bulan terakhir ini.

Betapa kucoba untuk melupakan bayangan dirinya, semakin jelas rasa itu menyeruak ke alam imajiku menampakkan bayangan tubuhnya dan perlahan tersirat senyuman manis di balik tirai putih itu. Baca lebih lanjut